Selasa pagi. Arthur sudah duduk santai di depan kelasnya. Entah mengapa dari hari senin kemarin ia tak merasa nyaman tinggal di apartemennya. Alasannya simpel, ada yang mengawasinya. Arthur tidak tahu sejak kapan ia diintai. Tapi si pengintai ini tidak mengikuti Arthur hingga ke sekolah. Aneh. Arthur melihat Shana berjalan mendekat. Langkahnya ringan walau barang yang ia bawa cukup banyak di kedua tangannya. Arthur memandangi Shana dari kejauhan. Matanya tak berkedip. Entah mengapa kadang ia terpikirkan tentang mamanya saat menatap Shana. Ya, mama Arthur telah meninggal. "Hi Ar, lo datang lebih awal lagi ternyata." Shana menarik seulas senyum. Senyum yang hangat. "Iya." Arthur membenarkan. Shana berlalu masuk ke dalam kelas. Meninggalkan Arthur yang masih duduk di t

