Keduanya melihat ke arahku. Aku pun menghentikan tawaku. Tatapan Jefri padaku adalah tatapan penuh dendam. Bahaya, jika dia juga akan membalasku nanti. “Kenapa kamu merinding? Kenapa kamu merinding kalau membahas tentangku? Memanganya aku setan?” ucap Fito.Dengan nada kesal. Aku melihat Jefri sudah tidak mampu untuk menjawabnya. Aku pun memilih untuk mendekat ke arah mereka. Melepaskan cengkeraman Fito di pundak Jefri. “Ah, Bos, nanti kan ulang tahunmnya Dito. Kenapa kamu ada di sini? Bos tidak ikut membantu acara?” aku mencoba mengalihkan perhatian Fito dari Jefri. Dan berhasil, aku bisa melihat perubahan suasa hati Fito, setelah aku mengucapkannya. “Aku sedang mencari kado untuknya. Membantu apa? semuanya sudah diurus oleh EO (Event Organizer) jawabnya singkat. “Ah, benar juga.

