Mencari Fito untuk mengembalikan uang Bu Siti. Rasanya malas, tapi aku sudah terlanjur janji padanya. Juga ada Sofi yang katanya sedang menungguku di ruangannya. Aku jadi makin bingung. Apa lagi yang harus dibahas? Sementara semuanya sudah jelas. Apa aku masih saja salah di matanya? Apa semua wanita itu juga seperti itu? Tidak enak kalau tidak membuat masalah? Tidak akan tenang kalau masalah lain belum diungkit? Apa sih tujuannya? Hanya ingin berdebat? Dan ingin membuktikan siapa yang lebih hebat? Atau, kalau memang ingin bertemu karena rindu. Tidak bisakah langsung saja mengatakannya, daripada semakin membuat nesu? (Mengambek). Aku mengembuskan napas panjang. Kemudian barulah aku mengetuk pintu ruangan Fito. “Masuk!” aku mendengar jawabannya dengan jelas. Jantungku kian berdetak lebih

