“Ayo masuk,” ajakku. Aku membukakan pintu untuknya. Mempersilakannya masuk teerlebih dahulu. Tapi dia tidak mau. Dia mendorongku, agar aku masuk lebih dulu. Kemudian dia mengekor di belakangku. “Assalamualaikum.” Tidak ada yang menjawab salamku. Ruang tamu terlihat sepi. Suasana rumah pun begiitu lenggang, seakan tidak ada penghuninya saja. “Duduk dulu Din,” ucapku padaya. Aku menyuruhnya untuk duduk di sofa. Sementara aku masuk ke dalam. Tepat saat aku masuk, aku mendapati keluargaku sedang makan bersama. Pantas saja mereka tidak menjawab salamku. Semuanya sedang mengunyah dengan sangat lahap. Apa mereka sengaja tidak menungguku makan? “Mak, ada tamu.” Aku membisikkan kalimat itu padanya. Dia menghentikan makannya. Setelah dia menelan makanan yang sedang dikunyahnya, dia bertanya,

