Bab 18

1020 Kata

Keesokan harinya, Jefri menjadi seperti ekorku. Dia terus saja mengekor padaku. Mengikuti setiap langkahku. Menyebalkan sekali. Apa dia tidak mempunyai pekerjaan hari ini? Aku tidak menggubrisnya. Aku biarkan saja dia melakukan apa yang dia mau. Aku mau fokus dengan semua pekerjaanku. File rapat harus segera aku selsaikan. Bos sudah menunggu untuk mengecek dan merevisinya. Di ruanganku yang sempit ini, terasa semakin sesak saja, karena ada Jefri di sini. Dia sedari tadi hanya duduk dan memandangi layar ponselnya. Kemudian sesekali melihatku yang sedang sibuk bekerja. Saat aku meliriknya, dia langsung berpura-pura fokus pada ponselnya. Karena sebal dengan kehadirannya yang mengganggu, toh sedari tadi dia juga hanya diam. Aku memutuskan untuk membuka mulut. Agar dia segera keluar dari ru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN