Pikiran ku melayang-layang entah kemana. Aku menggeliat merasakan sekujur tubuhnya yang kaku. Wanita itu perlahan membuka setengah matanya dan cahaya matahari langsung menerpa wajah. Setelah aku bisa membuka mata dengan sempurna, dia merasakan kepalanya berdenyut pusing. Aku memegang keningnya, lalu memijatnya berharap sakit di kepalanya hilang. Pandangannya menyusuri setiap sudut ruangan ini. Dia tidak tahu ini dimana. Yang jelas ini di sebuah kamar yang besar serta mewah dan aku berada di atas ranjang besar dengan selimut bulu angsa yang hangat dan lembut. Bahkan tubuhnya enggan beranjak saking nyamannya. Jadi ini dimana? Pandangannya berkeliling mencari tanda-tanda yang bisa memberitahu ku tempat apa ini. Aku bangun lalu melihat jendela yang persis berada di samping ranjangnya. Sesua

