Roxanne mengamati semua orang yang bekerja menyiapkan pesta. Tadinya, ia memang berniat ikut membantu. Tapi, entah apa mereka sedang bersekongkol, karena satu persatu dari mereka, termasuk Felix –si devil itu –menyuruhnya untuk tetap diam dan duduk di sebuah kursi lipat yang sudah disediakan Edric tadi. Setelah Felix membeberkan suatu cerita—versi dirinya—tadi, Roxanne tidak bisa membalasnya lagi karena teman-teman Felix malah bersorak untuk felix. Mungkin nanti, jika ia masih ingat, ia akan protes pada felix. Walaupun sebenarnya, hal itu tidak akan mengubah apapun. Nasi sudah menjadi bubur. Mata Roxanne secara tidak sengaja bertemu dengan kedua mata Felix yang kini tersenyum pada Roxanne. Oh, ia akui senyumnya memang sangat seksi dan manis. Tapi, ia terus mengingat rasa kesalnya sehi

