Nafas Sang Duke yang terasa ditekan dan tangan yang berusaha tak gemetar, Sir Alaric mulai membalut bahu tuannya Setiap tarikan kain jubah yang kuat untuk menstabilisasi itu membuat Duke Vale mengerang dalam-dalam "Mmm…” "Mmmggghhh!!!” Mulutnya kembali mengatupkan ujung mantel basahnya, menggigitnya begitu keras sehingga rahangnya terasa sakit. Otot-otot leher dan bahu kirinya menegang bagai batu, menahan gelombang rasa sakit yang menusuk dengan setiap ikatan yang dikencangkan Mata Duke Vale terpejam rapat, berkonsentrasi penuh pada gigitan di mulutnya, pada upaya untuk tidak menjerit "Sedikit lagi, My Lord," gumam Alaric, suaranya tegang, saat dia mengikat simpul terakhir Ketika sudah selesai, Duke Vale melepaskan mantel dari mulutnya dengan helaan nafas panjang yang getir. Wajahn

