Isolde telah terlelap di atas ranjang berseprai kasar, tubuhnya meringkuk kecil di bawah selimut wol tebal. Kakinya yang terkilir telah dibalut kain bersih dan diolesi ramuan herbal dari tabib desa nyerinya kini mereda Duke Vale duduk di tepi ranjang, punggungnya tegak, tangan terlipat di pangkuan. Matanya menatap kosong ke arah dinding tapi pikirannya melayang jauh ke lembah yang masih banjir, ke jumlah korban yang terus bertambah, ke gerobak logistik yang tertahan pasti habis beberapa hari ke depan, dan ke Lord Pembroke. Pria itu, yang seharusnya menjaga perbatasan dengan ketat, telah membiarkan pasukannya mundur. Saat Duke Vale pulang nanti, ia tahu harus memberikan sesuatu sebagai tanda terimakasih Dalam keheningan itu, bayangan Lady Evelina muncul. Apa yang sedang ia lakukan malam

