Azel merasa senang sebab akhirnya bisa jalan sama Yudistira. Padahal awalnya ia berniat pergi sendiri untuk membeli buku di toko buku lalu pulang. Tapi karena ada kakak tercinta, ia berpikir ingin sekali – sekali morotin kakaknya. Begitu masuk mall hal pertama yang ingin dilakukan Azel adalah makan di restoran sushi langganan mereka. Ia berjalan sambil dirangkul kakaknya. Sebenarnya Yudistira tidak pernah merangkul pundaknya sejak bertahun – tahun yang lalu. Tapi mungkin sang kakak sedang rindu masa – masa dulu saat mereka masih anak – anak. Azel merangkul pinggang Yudistira, membuatnya merasa seperti kembar siam yang sedang jalan ke mall ketimbang seperti kekasih. Azel memandang wajah kakaknya. Yudistira seorang cowok yang tampan, memiliki kadar manis yang luar biasa. Hanya saja kaka

