Suasana kelas begitu tenang pagi ini. Seorang guru berbadan tambun tengah menjelaskan tentang algoritma pada jam pelajaran matematika. Suaranya cukup tegas meskipun jenis suaranya terkesan lembut dan bahkan cukup merdu. Sebagian murid mendengarkan penjelasan guru, Sebagian sibuk bermain gawai secara sembunyi – sembunyi. Sebagian mengobrol sambil berbisik. Namun begitu suasana kelas tetap aman terkendali. Azel duduk termenung seperti boneka lucu yang menghiasi sebuah toko mainan. Jemarinya menjepit bullpen hitam, mengetuknya perlahan di atas kertas. Satu tangannya lagi menjadi penopang dagu. Matanya tertuju pada sang guru, seakan – akan mendengarkan semua penjelasannya. Namun pikirannya hanya tertuju pada gadis berambut coklat pekat, panjang dan sedikit bergelombang. Beberapa saat yan

