Identitas

1176 Kata

Seluruh tubuh Quindy gemetar dari kaki hingga kepala. Andai bisa, ingin sekali bersembunyi di sudut dunia. Berdiri di dekat toilet belakang sekolah, kepalanya tertunduk kaku dan serasa tidak akan pernah bisa mengangkatnya lagi. Bu Nadia berjalan mondar mandir sambil menarik napas dalam – dalam. Sesekali berhenti untuk memandang anak perempuan yang berdiri di depannya. “Mama tidak pernah menyangka kamu begitu ceroboh sampai bisa melakukan hal yang sangat menyedihkan itu,” ujarnya dengan penuh penekanan dan sekaligus menahan amarahnya sendiri. Quindy bukan orang kaya seperti halnya murid – murid lain di sekolah ini. Ia merupakan anak dari salah satu guru sekolah yang mendapatkan keuntungan. Semua anak dari guru sekolah bisa bersekolah gratis dan Quindy salah satunya. Meskipun sebenarnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN