Hari ini adalah peringatan kematian orang tua Azel dan Yudistira yang ke sebelas tahun. Agustinus, Ferbriyani, Yudistira dan Azel pergi ke makam bersama – sama. Azel belum begitu memahami arti kematian saat orang tuanya meninggal. Ia pun sudah lupa seperti apa rasanya memiliki mereka. Ia berdiri di depan nisan papa mamanya, menabur bunga yang ia ambil dari keranjang putih yang dipegang Febriyani. Kenangan masa kecilnya bahkan tinggal sepotong – sepotong. Hanya sesekali sekelebat masa kebakaran itu datang dalam tidurnya. Tetapi berbeda dengan apa yang dirasakan Yudistira. Kejadian kebakaran itu seakan baru terjadi kemarin sore. Masih sangat segar di ingatannya bagaimana Azel menangis sambil terbatuk – batuk mencari mamanya. Bagaimana ia melihat jasad orang tuanya yang terbujur dengan b

