20

1427 Kata

Meskipun menolak dan memaksa pergi, Taka tetap membelikan Yusa sebuah laptop keluaran terbaru dari salah satu brand elektronik ternama. "Aku nggak enak sama kamu, Ka. Ini terlalu mahal buat ngetik doang." Sejak keluar dari toko olektronik, Yusa terus saja melayangkan protes. Ia masih tak terima dengan keputusan Taka yang membelikannya barang terlalu mewah. Pria itu hanya tersenyum saja, merangkul bahu wanita yang sedang berjalan disampingnya dengan sesekali mengusap kepala yang tertutup pasmina itu. "Mau nonton?" ajak Taka, mengalihkan pembicaraan di antara mereka. "Nonton apa?" "Kita lihat dulu apa yang lagi tayang sekarang. Aku juga nggak terlalu update sama film terbaru." Taka melepaskan rangkulannya di bahu Yusa. Yusa mengangguk, dan mengikuti kemana langkah kaki Taka pergi. Ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN