22

1295 Kata

Sudah lebih dari satu jam Yusa terdiam di depan laptopnya. Menatapi lembar kerja di microsoft word yang masih kosong. Pikirannya masih belum teralihkan dari percakapannya dengan Taka tadi. Ia menyesal, bukan karena jawaban Taka. Ia menyesal karena sudah memberi Taka pertanyaan seperti itu. Meskipun benar Yusa sangat nyaman dengan cara Taka memperlakukannya, ia tak pernah berharap lebih. Ia sadar diri siapa dia. Tak mungkin ia mengharapkan Taka membalas perasaannya. Ia hanya ingin tahu alasan kenapa tidak mendapat ijin untuk jatuh cinta? Kenapa Taka harus melarangnya? Sedangkan perihal hati, pemiliknya pun tak bisa mengendalikan. Sejak kecil memang Yusa mempunyai sedikit rasa kagum pada Taka. Meskipun pria itu menghindarinya, memberi dinding tinggi di antar mereka, bahkan sampai Yusa men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN