"Kamu buat dia Marah?" "Aku—" "Dia habis gebukin teman-temannya, Sa!" "Astaghfirullahaladzim!" Yusa terperanjat. Ia meraih totebagnya. Tanpa pamit ia pergi keluar, mengabaikan panggilan Bapak dan Ibuknya yang khawatir. Ia lebih fokus pada layar ponselnya untuk memesan ojek online. "Kenapa, Nduk?" Yudi menarik tangan anaknya yang masih berada di depan rumah. Yusa hanya menggeleng dengan mengatupkan bibir. Air matanya berjatuhan. Kakinya tak tenang ingin berlari mendatangi suaminya. "Nduk!" Yusa menggeleng. "Yusa belum cerita sekarang, Pak!" "Kamu mau ke mana? Jangan buat kami khawatir." Sumi ikut menghampiri putri sulungnya. Yusa tetap tak mau memberikan jawaban meskipun berulang kali kedua orang tuanya memaksa. Hingga akhirnya ojek online yang dipesan datang. Ia pergi tanpa mengu

