32. Terbongkar

1390 Kata

‘’Itu bunga pesanan gue?’’ ‘’Eh iya, nih.’’ Kugy menyodorkan satu buket bunga matahari pada Leo. Lelaki itu menerima dengan wajah sedih. ‘’Kasihan gue sama bunganya, layu.’’ ‘’Hah? Masa? Masih segar kok itu,’’ panik Kugy, di matanya bunga cerah itu memang tak menunjukkan tanda layu sama sekali. Tetap indah dan berdiri kokoh seperti awal ia memotongnya dan di rendam dalam air sebelum terbungkus apik berupa buket. ‘’Luarnya memang bagus. Tapi dalam hati ini bunga ngebatin karena dekat lo.’’ Kedua alis Kugy mengernyit bingung, tak ada yang salah dari bunganya. Lagian memang bunga punya hati? Bisa ngebatin pula? ‘’Maksudnya?’’ ‘’Iya ... dia pasti kesel karena kalah saing sama kecantikan lo.’’ Wanita itu mendengkus malas. Harusnya bisa menebak kalau sehari saja tak melempar gembel-gembe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN