‘’Lo mau berangkat sekarang?’’ Sepeda usang berkeranjang peninggalan dari zaman Belanda itu sudah bersiap meluncur. Alat transportasi bersejarah yang diwariskan Linda pada Kugy. Wanita dengan rambut tercepol asal itu kembali mencagakkan kaki di aspal. ‘’Iya ada pesanan ke kompleks ujung,’’ jawab Kugy. Harusnya ini tugas kurir. Tapi sejak lusa setelah kurir lama mereka mengundurkan diri, belum ada satu orang pun yang tertarik mengisi tempat kosong itu. Jadi mau tidak mau Linda bertindak tegas, memperdayakan SDM yang bisa menggantikan pekerjaan kurir. "Sebentar, ada satu pesanan lagi yang harus lo antar. Masih dikerjain sama yang lain." Kugy mendelik. "Lagi?" Batinnya. Bukan tak mensyukuri nikmat karena hari ini banyak menerima orderan. Tapi jujur saja, kalau begini caranya kedua k

