Jinyoung tidak menduga jika datang bekerja akan membuatnya merasa sangat canggung. Pemecatannya belum selesai diporses, rekan-rekan kerjanya belum menyadari masalah yang terjadi. Hanya Nayeon yang menunjukkan wajah sedih ketika Jinyoung datang setelah menghilang selama beberapa hari. “Jangan menatapku seperti itu.” Nayeon berdiri dari kursinya memeluk Jinyoung. “Jinyoungah aku sangat mengkhawatirkanmu.” “Tenang saja, semua akan baik-baik saja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.” Jinyoung menepuk-nepuk pelan punggung Nayeon. Setidaknya Jinyoung sudah mempersiapkan diri dan benar-benar siap dengan keputusan yang dibuatnya mendadak tadi malam. “Lalu sekarang. Apa yang harus aku lakukan?” Jinyoung melepaskan pelukan. Bingung untuk memulai mengambil pekerjaan sedangkan pemecatannya sedang

