Jaebum membanting pintu kamar yang ia tempati bersama Mark, melampiaskan emosi yang tertahan selama perjalanan kembali dari tempat Jinyoung. Kepalanya terasa sakit memikirkan letak kesalahan yang ada hingga Jinyoung bersikap seperti itu padanya, sikap Jinyoung yang seperti itu baru pertama kali Jaebum hadapi dan sangat memusingkannya. Ponselnya berdering, nama Soojin muncul dilayar tapi Jaebum sedang tidak ingin berbicara. Ia menutupi mata dengan lengannya mengistirahatkan kepala disandaran sofa, ingin membuang semua ingatan yang terjadi agar emosi tidak menguasai dirinya. Jaebum harus bisa menyikapi situasi dengan tenang agar ledakan amarah tidak akan memperkeruh semuanya, Jinyoung mungkin bersikap seperti ini karena perbuatannya jadi Jaebum hanya perlu menyalahkan dirinya lagi. Pintu k

