Setelah kepergian Perawat, Ratu memiringkan tubuhnya membelakangi Raja yang duduk di sampingnya, tampak bulir air mata yang ditahannya sejak tadi karena keberadaan sang Perawat, akhirnya jatuh juga. Raja sadar kalau Ratu pasti sangat sedih dengan penghinaan kejam dari Anya, perlahan-lahan Raja mengangkat tangannya lalu memegang pundak Ratu. "Aku ingin tidur Mas!" lirih Ratu. Namun Raja tahu betul dari suara parau Istrinya itu menunjukkan kalau Ratu menahan tangis. "Ma-maafkan aku," gumamnya pelan. "Ini bukan salah siapa-siapa Mas, ini salah takdir! andai saja saat itu aku bisa menjaga Nona Anya dengan baik, mungkin sekarang kalian akan bahagia," ujarnya. "Cukup Ratu! tidak perlu mengingat masa lalu, lagipula aku dan Anya berpisah bukan karena pernikahan kita, tapi karena aku me

