Bastian tampak mondar mandir di apartemennya, hatinya benar-benar sangat kacau apalagi setelah dirinya di pecat dan ditinggalkan oleh Anya di jalanan pagi tadi. "Aku harus menghubungi Tante Vero!" ucapnya. Bastian masih sangat ragu mengingat Veronica memang tidak pernah peduli kepada Putrinya itu, namun bagaimana pun Anya Alexandra adalah Putrinya dan sewajarnya dirinya mengetahui apa yang sudah di alami oleh Putrinya itu. Dengan berat hati, Bastian merogo sakunya lalu mengambil telepon genggamnya itu. Bastian menekan tombol dan menghubungi Veronica. Beberapa detik kemudian panggilan mereka tersambung. Bastian yang mendadak gugup hanya bisa menelan salivanya. "Halo! ada apa Bas?" "Tan-te Vero," "Iya, ada apa kamu menghubungi saya," "Begini Tan, ini masalah Anya," "Untuk a

