Kayla menganggukkan kepalanya. “Iya. Bukan karena nggak maafin papa kamu. Lagi pula, ngapain juga kamu marah sama Jonathan. Yang bikin kamu keguguran dan kecelakaan kan, karena kelalaian kamu. Bukan ditabrak sama Jonathan.” “Kok Mommy malah belain dia sih! Anak Mommy sebenarnya siapa? Aku atau dia?” sengal Laura tak terima sang mama lebih membela Jonathan. Sementara Jonathan hanya menatap sayu wajah Laura seraya menitikan air matanya. Sungguh, lelaki itu tidak ingin kehilangan Laura apalagi harus berpisah dengannya. “Aku tidak akan menceraikan kamu, Laura. Tolong, maafkan aku,” ucapnya lirih. Laura menelan salivanya dengan pelan. Tidak menjawab apa pun, bahkan menoleh pun enggan. “Laura harus dirawat beberapa hari dulu. Kondisinya masih lemah soalnya. Dan kalau bisa, jangan dulu melak

