Kamu jangan Khawatir

992 Kata

“E—elo ke sini aja deh. Gue nggak berani lihatnya. Mengerikan dan gue takut ada sidik jari gue di dia. Sumpah, Jo. Gue nggak bunuh Kiara. Buat apa, nggak ada kerjaaan banget gue bunuh dia.” Jonathan menghela napasnya dengan pelan kemudian menganggukkan kepalanya. “Gue percaya sama elo, Devano. Gue ke sana sekarang juga.” Jonathan menutup panggilan tersebut kemudian segera menemui Devano yang sedang ketakutan karena Kiara yang sengaja bunuh diri di rumahnya. “Anda harus ikut kami ke kantor polisi untuk menindaklanjuti kronologi kematian Saudari Kiara.” Kepolisian sudah lebih dulu masuk ke rumah Devano karena berhasil melacak lokasi Kiara. Devano menggelengkan kepalanya dengan cepat kepada pihak kepolisian itu. “Saya nggak bunuh dia, Pak. Nggak tahu juga kenapa dia ada di sini.” Devano

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN