Fero :"Yessss! Aku mau sekolah di SMA BAYANGKARI aja pi".
Kedua orang tuanya pun kaget karena anaknya tau nama sekolahan.
Papi :"Kamu tau sekolah SMA BAYANGKARI?".
Fero :"Iya dong pi kan di sanakan sekolahnya pacarku". ~jelas fero
Orang tuanya pun hanya hanya tertawa pantes saja di semangat banget untuk pindah sekolah.
Mami :"Oiyah mami baru ingat temen mami kan tahun kemaren pindah di kota X juga, pantesan anak mai ini langsung setuju".
Papi :"Oh keluarga Pak jefan ya! Pantesan kamu langsung setuju ternyata oh ternyata," (mereka tetawa sambil geleng geleng kepala karena anaknya)."Tapi ingat jangan pacaran aja harus fokus belajarnya, mengerti?!".
Fero :"Siap papi!".
Orang tua fero emang sudah tau kalau fero pacaran sama wilda karena orang tua fero dan orang tua wilda temenan jadi sudah di kasih lampu hijau untuk hubungan mereka, asal mereka fokus pada pelajarannya.
Setelah sampai si kota X orang tua fero langsung mendaftarkan anaknya ke sekolah SMA BAYANGKARI.
Fero :"Jadi gitu ceritanya, nah sekarang kita gak bakal ldr lagi".
Wilda menganggukkan kepalanya menandakan dia mengerti.
Fero :" Sekarang gantian kamu by".
Wilda pun menceritakankan hari pertama masuk sekolah
.
.
.
Pove wilda :
Pertama kali wilda masuk sekolah di SMA BAYANGKARI karena sebelumnya di sekolah di SMA BATAGAFA, wilda pindah ke sekolah SMA BAYANGKARI karena papanya kerja disini .
Dikediaman rumah wilda
Mama :"baby ayo bangun kita pergi ke sekolah, nanti telambat"
Meskipun wilda sudah bangun tapi dia masih belum membuka matanya hanya mengeluarkan suara
Wilda :"5 menit lagi mama".
Mama :"Ayo bangun baby masa anak gadis belum bangun jam segini".
Wilda : "......" ( tidak ada jawaban).
Mama :"Ayo sayang bangun, hari ini kan hari pertama sekolah".(sambil mengelus pipi wilda).
Wilda pun terpaksa bangun tapi dengan mata tertutup karena rasa ngantuknya tak kunjum reda.
Mama :" Buka matanya baby masak mau jalan dengan mata tertutup, hmmm".
Wildapun perlahan membuka mata dan mengumpulkan nyawanya yang masih berkeliaran.
Setelah beberapa menit kemudian wilda dengan seragam barunya sudah rapi dan tinggal berangkat.
Sebelum berangkat mereka sarapan dulu, wilda ke sekolah dianter sama mamanya saja karena papanya harus pergi ke kantor.
Setelah sampai kesekolahan kepala eekolah sudah menyambut wilda dan mamanya.
Kepala sekolah :"Ayo silahkan masuk nyonya"( dengan tangan dibawah).
Mereka pun masuk keruangan kepala sekolah dan menulis formulir pendaftaran siswi baru
Kepala sekolah :"Silahkan di isi dulu data pribadinya".
Wilda pun mengisi formulir tersebut setelah selesai kepala sekolah bilang.
Kepala sekolah :"Wilda mau masuk kelas Xl apa?".(Sambil ngasih data murid kelas Xl)
Dan wilda pun melihat nama nama data tersebut, dan ada 3 nama menurut dia familiar di kelas Xl A, jadi wilda memilih
Wilda : "Xl A".
Kepala sekolah :"Oke kalau begitu saya antar ke sana karena bentar lagi bel masuk".
Pertama masuk lorong kelas para siswa/i banyak yang melihat ke dia dan pas sampai di kelas kepala sekolah itu mengenalkan langsung kepada murid murid.
Kepala :"Anak anak kenalin dia anak pindahan dari sekolah SMA BATAGAFA bapak minta tolong kalian semua harus akur jangan ada yang jahatin dia mengerti!".
Murid murid :"Baik pak!"
Murid murid di kelas itu agak merasa aneh karena biasanya setiap anak baru/anak pindahan pasti yang mengenalkan guru bukan kepala sekolah langsung.
Setelah perkenalan wilda di di suruh milih tempat duduk, dan kebetulan pada saat itu temennya langsung ngasih tempat duduk
Nera :"Wilda duduk disini sama aku aja!".
Wilda pun meng iyakan dan langsung duduk.
Pove end
.
.
.
Wilda :"Jadi gitu pas pertama masuk siswa/i udah heboh ngeliat aku kayak ngeliat artis saja".
Fero :"Oh begitu, jadi kamu udah kenal sama mereka ber 3 itu,
Wilda :"Iya mereka temen aku pas masih sd dan sampai sekarang
Fero :"oh gitu , oitlyah tadi dikantin pantas saja rame ternyata ada pacarku yang cantik gak ada duanya ini" ~gombal fero.
Wilda :"Ih malah gombal".
Mereka pun saling tertawa dan tidak terasa bel masuk berbunyi, mereka berdua pun langsung masuk ke kelas dan sebelum mereka pergi wilda bilang :
Wilda :"By! Mereka kan belum tau kalau kita pacaran jadi kita jaga jarak ya, cuman untuk beberapa hari doang kok nanti kalau udah waktunya aku umumin".
Fero :"Iya by, Tapi kamu jangan terlalu deket sama cowok itu!".
Wilda :"Cowok? Cowok yang mana?".
Fero :"Itu yang dikantin tadi aku gak suka liat kamu sama dia".
Wilda :"Owh dia, tenang aja kok dia emang suka usilin aku aku udh anggap dia kakak, dan juga akukan udah milikmu jadi gausah khawatir ya by" ~ jelasnya
Fero pun hanya meng iyakan apa yng di katakan pacarnya itu dan mereka pun langsung masuk ke kelas dengan bergantian fero masuk dulu baru wilda biar gak ada yang curiga.
Pove end.
.
.
.
.........
Suasana kelas
Pove nera :
Nera :"Guys bukannya wilda tadi bilang ke kelas tapi kok gak ada sih".
Jesi :"Mungkin lagi ke toilet".
Nera :"Toilet yang mana tadi gue juga ke toilet tapi gak ada tuh".
Jesi :"Ntahlah gue gak tau juga dia kemana"
Beberapa rapa menit kemudia baru wilda Masuk setelah fero masuk.
Nera :"Eh anak baru itu ganteng juga ya, jadi pengen ngedeketin deh".
Jesi :"Ih ni anak tau aja yang ganteng, hahaha".
Nera :" Nah itu dia muncul, Hei anak ayam! dari mana aja lo bukannya lo tadi bilang mau ke kelas tapi kok baru ke kelas, jangan jangan lo lagi pacarannya ya?".
Seketika jangtung wilda dag dig dug,
Wilda :"Aish! kalau ngomong jangan sembarang deh".
(Sambil meluhat ke arah fero).
Nera :"Terus lo kemana hah tadi di ajak ke taman gak mau bilangnya ke kelas tapi gak ada dikelas".
Jesi :"Iya tuh bener lo kemana tadi hayo, tadi sih ka damar pergi jangan jangan lo sama kak damar jadian ya!".
Wilda :" Ng....ngak jangan sok tau deh, man...na mungkin gue jadian sama orang itu".
Jelasnya tapi temennya masih agak nggak percaya, dan yeri yang tau sikap wilda yang aneh jadi yeri hentikan obrolan tersebut.
Yeri :"Udah udah! pak kevin bentar lagi masuk berhenti ngobrolnya".
Dan mereka semua berhenti mengobrol karena benar pak kevin datang.
Pov end.
.
.
.
Pove fero :
Mendengarkan percakapan mereka berempat, fero pun sedikit ketawa karena melihat wajah pacarnya itu gugup ketika dia gugup pasti menggemaskan.
Dan di dalam hatinya juga merasa cemburu karena di bilang " jadian sama cowok sialan itu".
Setelah Fero senyam senyum tiba tiba dito tanya :
Dito :"Fero lo kenapa senyam senyum dan juga tadi kemana aja kok tiba tiba ninggalin gue sih".
Fero :"Aaa nggak apa apa kok, oiyh maaf ya tadi ada urusan sentar jadi aku langsung pergi".
Dito :"Oh gitu kenapa gak bilang malah langsung pergi kan aku jadi sendirian, untung gak sendirian kalau sendirian kan jadi malu".
Fero :"Maaf lain kali gak bakal gitu lagi ".
Pov end.