Vivian menoleh dan menatap Mayla yang memberikan tatapan iba, seakan-akan dirinya juga merasakan hal yang sama sakitnya dengan Vivian saat ini. “Pasti berat untukmu,” ucap Mayla dengan nada penuh kasih dan lembut. Hal itu menembus hati Vivian dan memantik rasa sedih yang sejak tadi sudah Vivian pendam dalam-dalam. Tanpa bisa ditahan, air mata Vivian meluruh begitu saja. Tanpa pikir panjang, Vivian memilih untuk memeluk Mayla dengan eratnya. Kiran yang melihatnya segera berniat untuk memisahkan Vivian, hanya saja Mayla memberikan isyarat agar Kiran tidak melakukan hal itu. Mayla dengan lembut malah menepuk-nepuk punggung Vivian, membuat gadis itu menangis lebih keras daripada sebelumnya. Vivian menumpahkan semua keluh kesahnya. Vivian menjadikan pelukan Mayla sebagai tempat di mana

