16. Nasi Goreng

4162 Kata

Brak…. Tanpa sadar tangan Rindu mendorong terlalu keras pintu hingga terbuka lebar-lebar. Mata bulat wanita itu seketika melebar saat melihat suaminya duduk di atas lantai. “Emir?” Pekik Rindu sembari berhambur, cepat ia melesat menghampiri suaminya, membuat gaun malamnya yang berwarna merah muda mengembang ketika ia duduk terburu-buru di lantai, di samping suaminya. “Emir? kamu kenapa?” Jantung Rindu hampir copot saat melihat Emir duduk di atas lantai, tepat di sisi ranjangnya. Mengira jika pria itu tak sadarkan diri. Dan nafasnya menghela lega saat melihat Emir terlihat merunduk dengan wajah merona merah. Menurutnya Emir sedang menahan malu. “Aku gak pa-pa.” Emir membuang muka. “A-aku hanya…, nyari hape ku, tadi jatuh di sini.” Tangan pria itu terlihat gemetar menggapai kolong ran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN