Karina nggak tidur semalaman. Matanya bengkak, kepalanya pusing, tapi pikirannya terus berputar. Semua kenangan sama Devandra terasa palsu sekarang. Setiap senyum, setiap pelukan, setiap kata "aku cinta kamu" - semuanya dipertanyakan. Pagi itu, Devandra chat. "Pagi sayang. Aku udah di jalan balik ke Semarang. Nanti siang kita ketemu ya, ada yang mau dibahas soal besok." Besok. Hari pernikahan mereka. Karina menatap layar ponsel lama sebelum balas. "Oke. Kita ketemu di rumah sakit." "Kenapa di rumah sakit? Mending di apartemen kamu atau cafe." "Di rumah sakit aja. Aku mau jenguk Papa dulu." "Oke. Jam berapa?" "Jam 2 siang." "Love you." Karina nggak balas. Dia nggak tau harus balas apa. Jam dua siang, Karina udah nunggu di taman rumah sakit. Tempat yang sama dimana mereka memutus

