Bab 38

1470 Kata

Aku patut bernafas lega kala janji Mas Hasan ia tepati. Malam ini kami memasuki tempat yang memang sangat kunantikan. Bianglala berukuran sedang. Aku katakan sedang karena tak terlalu kecil untuk ukuran manusia dewasa, tapi juga tak terlalu besar seukuran bianglala yang ada di wahana Dufan. Bianglala itu berputar-putar, berirama dengan berputarnya memoriku tentang masa lalu. Seperti yang sudah diketahui sebelumnya bahwa tempat ini memiliki rekam jejak memori yang tak pernah aku lupa. Di tempat ramai inilah aku dan orang tuaku menghabiskan banyak waktu, setidaknya sampai wahana benar-benar sepi. Bahkan aku masih bisa mengingatnya bahwa terakhir kalinya kami menginjak tempat semacam ini adalah pada waktu satu Minggu sebelum mereka meninggalkanku. Sesak tiba-tiba menjalar. Kukira semua uk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN