Lelaki itu masih mengatupkan matanya. Tertidur pulas dalam keadaan bertelanjang d**a dan bergelung di dalam seonggok selimut. Wanita di hadapannya sedang memperhatikan wajahnya. Wajah tampan suaminya memang memesona, pantas saja jika wanita pengganggu itu enggan melepaskan punai ini dari genggamannya, sama seperti Sekar. Faktanya mereka memang sama-sama keras kepala. Hari ini hari libur. Seperti ucapan Hasan, ia akan keluar kota, meski Sekar tahu ini tidak berkaitan dengan pekerjaan. Alih-alih marah, Sekar lebih memilih mengikuti aturan mainnya. Namun, sesuatu di luar pemikirannya terjadi. Tadi malam Lelaki ini justru mendorong Sekar masuk ke dalam peraduan. Awalnya Sekar tersentak, matanya bergerak-gerak mencari tahu apa yang Hasan pikirkan. Sekar kira ini semua karena dia memilik

