Playing with Fire

1502 Kata

“Mendobrak pintu masuk ruangan yang sudah kularang, tentu saja. Harusnya aku terbiasa dengan kebiasaan istriku tercinta. Semakin dilarang malah semakin ingin melanggar,” kata Arnav dengan nada menyindirnya yang kental seraya melirik kearah Raellyn dengan sorot mata bosan. “Wah, pandai sekali kau mempersalahkan aku. Kini aku tahu dari mana kau mendapatkan kepandaian yang satu itu,” tegas Raellyn pula. Balas menyindir kepada Arnav yang langsung memasang muka cemberut. Raellyn kemudian mengubah ekspresi wajahnya menjadi senyum mafhum. Terkadang Arnav memang menyebalkan tapi ada pula sisi dimana dia terlihat menggemaskan. “Tapi berkat pertemuan ini, kini aku bisa mengerti situasimu. Aku tidak membayangkan bahwa dia akan seperti itu. Maksudku kesan pertamanya dengan kesaksian yang aku lihat b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN