Memojokan Arsene

1139 Kata

Raellyn tersentak begitu pintu di buka, dia melirik dan mendapati suaminya ada disana. Menghela napas panjang. “Aku sudah menduga kalau kau akan menunggu disini. Padahal tadi sudah kusuruh untuk pulang bersama Jhon,” ujar pria itu. Raellyn hanya menggelengkan kepala. “Sepertinya dia sangat terpukul.” Raellyn tidak tahu harus berkomentar apalagi. Tapi yang pasti saat ini dia sungguh ikut bersimpati terhadap apa yang baru saja terjadi dengan pria itu. Dia tidak pernah melihat Arsene terpukul seperti itu, dia memang pernah melihatnya bersedih tapi tidak sampai seperti ini. Sisi hati nuraninya sedikit memberontak ketika pria itu di tampar oleh mertuanya sendiri di hadapan semua orang. Benar-benar sebuah rentetan kejadian yang begitu cepat dan menyisakan terlalu banyak emosi. Arnav juga terl

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN