mati

891 Kata

Arum yang duduk resah dan gugup di bangku paling belakang, menghembuskan nafasnya lega. Mobil sudah berhenti melaju dengan perlahan, artinya tempat yang ingin mereka tuju, sudah sampai. Dengan sabar, Arum menunggu Garen dan Garvyn turun dari mobil, duduk tepat di bangku belakang kemudi bersama papanya Malik. "Ayo, Mbak. Segera keluar..."Ucap suara itu hangat, itu suara milik Arman yang membantu Arum turun dari mobil. Dengan tatapan Arman yang melirik kearah mobil yang barusan berhenti tepat di belakang mobil yang ia kemudikan. Jelas, mobil warna hitam mengkilat yang ada di belakang Arman saat ini adalah mobil yang memuat Nyonya Citra dan juga Tuan Dani. "Kita mau kemana..."Ucapan Arum terhenti, karena Arman yang ada di depannya sudah berjalan cepat meninggalkan Arum, mendekati mo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN