BAB 8

953 Kata
Adam pov Betapa terkejutnya aku ketika mengetahui bahwa cewe SMA yang ku singgung itu adalah adik dari desuh ku Nando... Setelah aku menitipkan permintaan maaf ku kepada Nando dan cewe itu menerima maaf ku."Syukurlah dia tidak marah dan sudah memaafkan ku".Bukan nya aku takut untuk meminta maaf secara langsung, hanya aku khawatir jika ia tidak mau menerima maaf ku. Tapi nanti aku akan meminta maaf lagi secara langsung tanpa perantara... ********** "Asya!!!" panggilku "Kamu ini ngagetin aku aja." omel Asya "Hehe,,, maaf Sya." ucapku sambil tersenyum "Iya gpp." ucap Asya"Oh iya, ada apa?" tanya Asya "Kamu tau gak. Kamu masih ingat tentara yang nyinggung aku tadi kan?" tanyaku "Masih, emang kenapa? Kamu suka ya? Ucap Asya sambil tersenyum jahil "Ishh,,, apa sih kamu mah. Dengerin dulu dong" ucapku sambil memukul lengan Asya "Sakit tau mei... Iya deh iya aku dengerin" ucap Asya sambil mengusap-usap tangan nya "Makanya dengarkan dulu"ucapku sambil duduk disamping nya"Ternyata, tentara itu adalah kasuh abang ku" ucapku bersemangat "Hah?! Kasuh abang mu? Kasuh nya abang mu yg mana?" tanya Asya "Itu kasuh nya bang Ando" ucapku "Hah masa sih?" tanya Asya tak percaya "Iya bener,Sya" jawabku menyakinkan nya "Hmm,,, serius mei? Kamu gak bercanda kan?" tanya Asya Belum sempat ku jawab pertanyaan Asya, tiba-tiba bang Ando datang... "Adek!!!" panggil bang Ando "Kenapa bang?" tanya ku "Hmm,,, abang mau nanya boleh?" tanya bang Ando sambil bersandarkan badan ketembok "Boleh, silakan nanya aja." ucapku"Aku tau, pasti abang mau nanya soal kasuh abang yang nyinggung aku itu kan" ucapku lagi "Hehe,,, tau aja" ucap bang Ando sambil menggaruk belakang lehernya "Ohh jadi bener kalau tentara yang tadi itu kasuh nya bang Ando" ucap Asya "Iya,dek. Dia nama nya bang Adam kasuh abang dan abang mu Nanda" ucap bang Ando "Bang Adam? Nama lengkapnya Muhammad Adam Prasetyo kah?" tanya Asya "Iya. Kok kamu tau?" tanya bang Ando "Iyalah. Bang Nanda sering banget ceritain tentang dia ke aku semasa bang Nanda pendidikan. Sampai pegel kuping ku mendengar tentang nya, setiap bang Nanda pesiar dia suka cerita entah dia curhat kalau si kasuh nya Adam itu galak lah atau semacamnya lah." jelas Asya "Ohhh jadi selama ini yang mendengarkan curhatan nya Nanda kamu toh" ucap bang Ando dan Asya hanya mengganggukan kepala nya"Dek, kok bisa bang Adam menyinggung kamu gitu?"tanya bang Ando "Cerita nya panjang,bang. Inti nya dia yang membuat ku tersinggung dan sedikit marah dengan ucapan nya" jawabku  "Ohh gitu toh" ucap bang Ando "Dia sifat nya memang begitu,dek"ucap lagi bang Ando "Begitu gimana maksudnya,bang?" tanyaku sambil menghadap bang Ando "Dia itu orang nya dingin banget sama cewe. Semua cewe gak ada yang bisa menaklukan sifat nya yang dingin itu. Sampai-sampai waktu itu dia mau dijodohin oleh teman letting nya dengan taruni tetap saja dia begitu." jelas bang Ando "Rumit sekali sifat nya itu." ucap Asya "Sudah lah sudah jangan bahas tentang kasuh nya bang Ando lagi. Mendingan kita bahas yang lain saja" ucapku "Kok jadi kamu yang ngegas sih,dek" ucap bang Ando"Ya sudah kita bahas yang lain saja deh. Oh iya, bagaimana kita sekarang kita pergi aja. Mau gak?" tanya bang Ando "Mau dong, ayo bang!" jawab Asya dengan semangat "Ayo. Tapi mau pergi kemana?" tanya ku "Kita mampir ke restoran yang biasa. Gimana?" tanya bang Ando "Bukan nya restoran nya sedang tutup ya" ucapku "Oh iya ya abang lupa" ucap bang Ando sambil menepuk jidatnya "Yahh terus gimana dong? Gak jadi pergi nih kita?"tanya Asya "Tenang aja,dek. Kita tetap jadi pergi kok" ucap bang Ando sambil menaikan kedua alis nya "Mau kemana sih?" tanyaku "Sebentar ya" ucap bang Ando sambil mengeluarkan ponsel nya Aku dan Asya hanya diam dan saling tatap satu sama lain.  Kemudian, bang Ando memasukan kembali ponsel nya. "Ayolah kita pergi sekarang!" ucap bang Ando sambil beranjak dari duduk nya "Ayo kemana?" tanya ku "Katanya tadi kita mau pergi. Ayolah!" jawab bang Ando sambil menarik tangan ku dan tangan Asya "Tapi kita mau pergi kemana?" tanyaku  "Sudah kamu sama Asya ikutin abang aja." jawab nya sambil terus menarik tanganku dan Asya Setelah berpamitan dengan Ibu, bang Ando menyalakan mesin mobil dan menyuruh ku juga Asya segera naik mobil. "Ayo cepatan masuk!" ucap nya dari dalam mobil Aku dan Asya segera masuk kedalam mobil. Diperjalanan aku dan Asya diam sambil memperhatikan jalan yang asing bagi kita berdua, aku dan Asya hanya saling memberi isyarat. Aku dan Asya sama sekali tidak tau dibawa kemana oleh bang Ando, bang Ando yang masih fokus menyetir sesekali melihat Aku dan Asya dari kaca mobil yang ditengah. Asya memegang tangan ku sangat erat. Aku mencoba untuk membuka percakapan di antara kami ber3. "Bang!!!" ucapku sambil menatapnya dari kaca mobil tengah Lalu, dia menatapku kembali dari kaca tersebut."Kenapa?" tanya nya sambil tetap fokus menyetir mobil "Abang mau bawa aku dan Asya kemana sih?" tanyaku  "...." tidak ada jawaban dari bang Ando "Bang, kalau ditanya itu dijawab dong!" ucapku  "Sudah kamu dan Asya duduk yang manis aja dibelakang. Nanti kalian juga tau" ucapnya sambil tersenyum Aku dan Asya mencoba tuk menenangkan diri masing-masing. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit. Akhirnya, bang Ando memberhentikan mobil didepan rumah makan yang belum pernah aku kunjungi. "Sudah sampai!" ucap nya sambil mematikan mesin mobil dan melepaskan sabuk pengaman "Kita ada dimana, bang Ando?" tanya Asya sambil melihat keluar jendela mobil. "Sudah ayo turun. Kita udah ditungguin nih" ucap bang Ando Aku dan Asya pun turun dari mobil. Aku dan Asya mengikuti langkah bang Ando dari belakang.. "Mei, abang mu mau bawa kita kemana sih?" tanya Asya sedikit berbisik "Gak tau nih. Dia ngajakin kita masuk ke rumah makan kayak gini" jawab ku sambil melihat seisi ruang Setelah berjalan menelusuri ruang rumah makan nya. Bang Ando menghentikan langkah nya dan menyapa beberapa orang yang ada disana. Aku dan Asya juga menghentikan langkah, aku dan Asya menoleh ke arah depan. Dan ternyata... Banyak sekali orang yang berkepala cepak dan ada beberapa yang memakai seragam loreng, aku dan Asya saling tatap satu sama lain...  Bang Ando mengajak aku dan Asya tuk bergabung dengan teman-teman nya. Bang Ando memperkenalkan aku dan Asya kepada temannya, aku pun saling berkenalan dengan mereka. Kemudian, aku dan Asya mudah bergabung dengan teman bang Ando. Mereka semua juga sangat menyenangkan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN