BAB 15

787 Kata
Tidak terasa, besok pagi. Aku akan melaksanakan kelulusan di SMA ku. Dan alhamdulillah nya aku mendapatkan nilai UN yang memuaskan. Dan malam ini, aku sedang mempersiapkan untuk acara besok. "Dek, nanti kamu pakai kebaya modern aja." ucap Ibu yang asik memilih baju untuk ku di dalam lemari. "Boleh tuhh, ya udah pake yang itu aja, Bu." Ibu mengangguk dan mengeluarkan baju kebaya modern warna hijau lumut. Sebenarnya itu kebaya akan aku pakai untuk acara pernikahan nya bang Ferdi... Yaa kalian tau? Bang Ferdi akan menikah bulan depan, sekarang ia sedang mengurus pengajuan nya. Dan ia mendahului bang Nando yang sampai sekarang belum ingin menikah. Padahal tampang udah oke, pekerjaan oke, mapan juga, apa lagi yang kurang ya? Wanita itu luaran sana banyak yang ngejar-ngejar dia. Tok..tokk "Ya? Masuk aja!" ucapku yang masih sibuk dengan baju kebaya ku. "Loh dek? Itu kan kebaya nya buat--" "Iya tau, bang. Aku mau pake dulu buat acara besok." aku memotong ucapan bang Nando dan seketika aku mendapat tatapan tajam dari nya... Ya aku tau, dia paling tidak suka kalah sedang bicara di potong. "Hehe maaf, bang." "Nahh sudah tuh, dek. Cocok." ucap Ibu "Ya udah aku lepas lagi ya, Bu." Ibu mengangguk. Aku masuk kamar mandi dan melepas nya. "Ibu mana, bang?"  saat aku keluar hanya ada bang Nando. "Ibu sudah keluar." aku mengangguk dan menggantung baju kebaya di lemari lagi. Aku duduk di tepian kasur. "Kenapa, bang?" tanyaku saat melihat bang Nando melamun. Entah apa yang sedang ia pikirkan. "Ehh gak papa." ahh dia itu tidak pandai berbohong tapi masih aja mau bohong. "Sudahlah, bang. Abang ini tak pandai berbohong. Abang itu kenapa?hm?" tanyaku sekali lagi "Gak papa,dek. Abang cuma lagi binggung aja." "Binggung? Kok bisa?" "Ah sudahlah tak usah dibahas. Tidak penting juga." ~~~~~~~~~~~ Pagi ini aku sudah bersiap dengan baju kebaya dan sedikit polesan make up diwajah ku. "Dek, sudah siap?" tanya Ibu "Sudah, Bu." "Ya sudah ayo berangkat!" aku mengangguk. Sampai disekolah, aku bergabung dengan teman-teman ku yang lain nya. "Widihh cewek-cewek nya pada cantik-cantik tumben yakk.." ucap Bagus, teman sekelas ku "Memang nya biasa nya kita-kita gimana, Gus?" tanya Asya "Yaa biasakan kalian semua itu kucel, jelek, gak ada cantik-cantik nya sama sekali dah pokoknya.." jawab Bagus santai Pletakk Tepat sasaran, teman ku Sinta memukul pundak Bagus dengan kipas nya. "Yeee semprul lo, Gus.. Lo kira kita-kita gembel apa? Segala di bilang kucel lagi.. Parah sih mulut lo.." protes Sinta. Yang lain tertawa mendengar ucapan Sinta "Santai aja dong mbak nya. Emang nya lo ngerasa? Klo lo ngerasa berarti bener lo itu kucel dan jelek. Lihat! Yang lain aja gak ada yang protes, lo doang tau gak?!" hmm aku mencium aroma-aroma keributan adu mulut ni antara Bagus dan Sinta, mereka berdua ini memang tidak pernah akur dari dulu sampai sekarang. "Ssttt udah-udah gak usah dilanjut lagi debat nya. Nanti malah ujung-ujung adu mulut berlanjut adu jotos nanti." ucap Cio Acara perpisahan segera dimulai, aku dan teman-teman ku duduk ditempat yang disediakan. Kami semua mengikuti tahapan demi tahapan. Banyak sekali persembahan dari adik-adik kelas kami untuk haria perpisahan kami ini. Dan sampailah ke tahapan yang terakhir, yaitu tahapan ucapan-ucapan kata perpisahan terakhir yang disampaikan oleh kepala sekolah dan perwakilan bapak/ibu guru. Dan tak lupa ucapan perpisahan dan terimakasih kami untuk bapak/ibu guru. "Mei, ayo naik keatas panggung!" ucap Sinta. Yaa ini saat nya untuk perwakilan dari seluruh kelas XII dan aku terpilih untuk memberikan ucapan perpisahan. Aku mengatur nafas ku dan kemudian perlahan aku naik keatas panggung.. Skipp Setelah acara kelulusan, aku dan keluarga ku kembali pulang kerumah. Huh lumayan lelah kan memang. Aku menyandarkan punggung ku di sofa yang ada di ruang keluarga. "Dek, lulus SMA mau ngapain? Kuliah atau bagaimana?" tanya Ibu "Aku sih mau nya kuliah aja, cuma jurusan nya aku masih binggung," jawab ku "Ya sudah kalau kamu mau kuliah, ya kuliah saja. Soal jurusan, coba kamu datangin kampus yang kamu mau," "Iya, Bu." "Sudah sana! Ganti baju nya. Ibu mau ke kamar dulu," Ibu berlalu masuk kamarnya dan aku pun berjalan menuju kamar ku. Setelah mengganti baju, aku merebahkan badanku di kasur kesayangan ku sambil memejamkan mata. Ting! Aku berdiri dan mengambil ponselku yang sengaja ku letakkan di atas meja belajar. Ternyata, ada pesan w******p dari Naya. Naya Mei. Assalamualaikum. Iya. Wa'alaikumsalam, ada apa? Mei, sibuk gak? Nggak tuh, kenapa? Aku mau ngajak kamu makan nih, mau tidak? Sekarang? Sama siapa aja? Iya. Biasa Sasa, kamu, aku, sama Asya. Hmm kalau bisa sore ini. Aku yang traktir. Wiuhh tumben banget mau traktir, aduhh jadi enak nih.. Wkwk Hahaha iya lah enak kan aku yang bayarin. Sekalian ngerayain hari kelulusan kita kan. Iya juga sih. Gimana kalau sama nonton bioskop aja? Habis nonton baru makan. Gimana? Hmm boleh tuh, ya sudah tapi tiket nya bayar sendiri-sendiri ya.. Kalau aku juga yang bayarin, bisa-bisa aku bangkrut dongg. Iya-iya. Terus nanti janjian dimana? Nanti Asya yang nyamper kamu. Nanti kita ketemuan di depan mall nya aja. Aku kesana sama Sasa. Ya udah, sampai jumpa sore nanti... Siap. Aku pun meletakkan ponsel ku kembali. Aku lirik jam, ternyata sudah jam 11 siang. Huhh lebih baik istirahat sebentar deh.. Ngantuk banget..
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN