BAB 36

1424 Kata

 “Xue ... I LOVE YOU ...” Suara ini. Ini suara Kiana. Aku ingin membuka kedua mataku tapi kenapa rasanya berat. Tak lama kemudian kurasakan belaian lembut di rambutku. Belaiannya membuatku semakin nyaman. “Maafkan aku Xue ...” “Tidak ... ini bukan salahmu ....” “Kiana ...” “KIANA!” Aku segera bangun dari mimpi. Deru napasku memburu seakan aku habis lari maraton sebanyak sepuluh keliling. Masih dengan detak jantung kencan. Aku alihkan padanganku pada Kiana. Dia masih seperti kemarin. Terbaring lemah tak berdaya. Hembusan napas kecewa keluar dari bibirku. Aku kira Kiana sudah bangun. Nyatanya itu hanyalah sebuah mimpi. Tak lama kemudian pintu ruangan Kiana terbuka dan muncullah seorang lelaki yang tak ingin kau lihat. “Sampai kapan kau akan mengabaikan pekerjaanmu? Kita telah rugi ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN