Bab 16. Lebih Baik Seperti Mama

1907 Kata

Bukan Nana yang membangunkan Ares pagi ini, melainkan dering ponsel istrinya itu yang diletakkan di nakas sebelah kanan tempat tidur, tepat di bagian Nana berbaring. Seandainya, dering panjang panggilan masuk itu hanya satu kaki, Ares pasti masih bisa melanjutkan tidurnya. Sayangnya, dering itu berlanjut di panggilan kedua dan ketiga. Rasa penasaran yang bercampur kesal memaksa Ares memanjangkan tangan meraih benda pipih persegi panjang tersebut. Lalu, tanpa membuka mata menempelkan ponsel tersebut ke telinga setelah menggulir ikon berwarna hijau. "Na, akhirnya kamu angkat juga!" Mata Ares terbuka dengan cepat. Suara pria dari seberang sana terdengar tidak asing di telinganya. Ia merasa mengenalnya, tetapi lupa di mana. Sepasang alisnya berkerut tajam, berusaha mengingat di maha in

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN