KENAPA VANO TAK MEMILIKI AYAH SEJAK KECIL? "Astaga! Apakah Stevanus akan menghadirinya? Bagaimana ini?" batin Elena sambil memandanag wajah Vano. Membuat bocah itu mengerutkan keningnya heran. "Kenapa Ibu memandangku seperti itu?" tanya Vano. "Ah tidak. Ayok makan," ajak Elena. "Lalu kapan, Bu? Kapan Ibu menuruti permintan Vano?" tanya Vano memelaskan wajahnya. "Masalah apalagi? Lego? Besok kalau kau sudah bisa sempoa, Ibu akan membelikanmu lego bentuk robot itu, Vano. Kau masih terlalu kecil untuk mempermainkannya. Itu permainan orang dewasa dan susah. Ibu akan belikan yang biasa ya," bujuk Elena karena beberapa hari ini merengek meminta lego rubik robot seperti iklan di you tube nya. "Ck! Bukan. Bukan itu, Bu," protes Vano. "Lalu apa?" tanya Elena. "Ayah! Kapan Vano mendapatakan

