18

1981 Kata

Ela senyum-senyum sambil memegang tas mini yang ia bawa, sesekali ia melirik ke samping kanannya dan justru hal itu semakin membuatnya tersenyum. Ia menutup wajahnya dengan tangan sebelah kanan kemudian menundukkan kepala dengan kekehan geli. “Sudah puas tersenyum terus menerus?” tanya Adkey yang berjalan di sisi kanannya. Sedari tadi ia jelas tahu bahwa Ela menertawakannya. Ela memukul lengan Adkey dan mencebikkan bibirnya, “Aku kan sudah bilang kalau gayamu itu terlalu berlebihan untuk masuk ke pusat perbelanjaan.” Desisnya. “Memangnya apa yang salah?” tanya Adkey sambil membuka tangannya bermaksud menunjukkan pada Ela tidak ada yang salah dengan gaya pakaiannya. Malah menurutnya sekarang ini ia sangat tampan hingga orang-orang tak berhenti memandangnya dan berbisik dengannya. “A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN