24

2015 Kata

Ela mengerjap beberapa kali begitu cahaya matarhari mulai masuk ke dalam kamarnya. Ia menguap dua kali, lalu bergerak bangun secara perlahan. Hal pertama yang ia lakukan adalah mengecek celana Joe untuk melihat apakah celana bayi itu basah atau tidak. Biasanya Joe akan langsung menangis jika tak nyaman karena sudah mengompol, tapi Ela tetap sering memperhatikannya agar tidak membuat anaknya masuk angin. Setelah memastikan bahwa bayi itu masih aman untuk ditinggal, Ela kemudian berjalan ke luar kamar dan menatap Adkey yang masih terlelap di atas sofa yang tidak dapat menampung tubuhnya. Dengan gerakan ringan, Ela menyentuh lengan Adkey dan mengguncangnya, “Bangunlah, Ad.” Ujarnya. Adkey hanya menggeliat sambil menguap dan menutup wajahnya. Masih tak ingin menyerah, Ela kembali menggunc

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN