Setelah berangkat dari perusahaan Edison, Adkey mengunjungi Ela. Wanita itu sangat menyambut kehadirannya, tetapi Narisa justru sangat emosi karena Adkey masih berani menunjukkan wajahnya padahal ayahnya sudah menghancurkan toko roti Narisa. Wanita itu sudah berusaha mengusir Adkey dan Ela, tetapi dua orang itu tidak mendengarkannya karena menganggapnya hanya marah sesaat. Akhirnya, Narisa kembali masuk ke kamarnya dan meraung-raung kesal. Ia tidak berhenti mengutuk keluarga Wikler dan Adkey tak peduli tentang itu. “Sepertinya aku memang harus meninggalkan Narisa. Dia malah menjadi korban atas kesalahanku.” Aku Ela dengan sedih. Melihat orang lain menderita karena keputusannya bukanlah kesenangan untuknya karena ia ikut menderita melihat itu. Adkey sibuk menciumi wajah Joe yang tampak t

