43

2430 Kata

Ela menatap Joe dengan senyum kecil. Untuk orang yang belum mengerti arti perpisahan, Joe sangat tenang dalam tidurnya, padahal ia sendiri sangat terluka dengan kenyataan bahwa hari ini ia akan mengantarkan putranya itu pada keluarga Wikler. Ela menatap jalanan dengan sedikit cemas dari dalam taksi. Entah mengapa perjalanan dari rumahnya menuju rumah Wikler yang seharusnya jauh malah terasa sangat dekat. Ia masih belum rela berpisah dari putranya itu, tapi posisi mereka yang semakin dekat dengan kediaman Wikler membuatnya tersadar bahwa ia harus ikhlas. Tadinya Narisa dan Andrew ingin sekali mengantar Ela, tapi ia menolak. Ia tak ingin orang lain melihatnya direndahkan oleh Antonio. “Kita sudah sampai.” Ujar supir taksi padanya sambil menoleh pada Ela. Ela menganggukkan kepalanya kem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN