48

1852 Kata

“Astaga Elasca, kenapa menerima seorang pengangguran?” tanya Narisa sambil mendelik sinis pada Adkey. “Sudahlah Nar, Adkey bisa berusaha nantinya. Doakan saja yang terbaik untukku.” Adkey tersenyum kecil mendengar respon Ela terhadap ucapan Narisa. Ia sama sekali tidak tersinggung akan ucapan Narisa karena memang kenyataannya, menurut ia sendiri, Ela memang sangat konyol karena menerima seseorang yang tidak diberikan sepeserpun harta oleh keluarganya yang kaya raya. “Sudahlah, aku akan keluar, jadi mungkin kembali nanti malam.” Pamit Narisa. Setelah kepergian wanita itu, Ela mengusap lengan Adkey, “Maafkan perkataan Narisa. Kau bisa mengabaikannya.” *** Ini sudah sebulan sejak sindiran Narisa pada Ela dan Adkey. Semua berjalan begitu cepat. Adkey sudah bekerja sebagai pengangkat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN