Jayat yang merasa bahwa ia telah berlaku keterlaluan di kencan sebelumnya, di kencan kedua berubah total dengan tidak lagi ‘nakal’ seperti sebelumnya. Bukan berarti ia kurang berminat pada kekasihnya, tapi justeru untuk tujuan itulah ia perlu mengubah strateginya. Bagi Bella, ia tak tahu apakah harus bersyukur atau tidak dengan sikap Jayat karena sebetulnya ia justeru agak siap seandainya pria itu senakal sebelumnya. Namun, ia terlalu malu untuk menyatakan hal tadi. Mereka pergi ke sebuah bioskop, menonton, makan, dan pulang lagi dengan bajaj tanpa ada sesuatu terjadi. Jayat sama sekali tidak menduga bahwa Bella justeru sudah lebih siap dibanding sebelumnya. Hanya saja, sekali lagi dikatakan, gadis itu terlalu malu untuk mengakui dan meminta. Situasi ini malah membuat Bella jadi tersik

