Bab 37 Bercak Merah

1155 Kata

Kedua manik mata saling bertatapan. Memancarkan sebuah perasaan yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Jantung Brian berdegup dengan kencangnya, begitu pula Vio. Dia sampai tidak bisa menelan ludahnya. Tangan Brian membingkai wajah Vio. "Layani aku malam ini." "Tapi, Mbak Zura? Dia ada di kamar, 'kan?" Masih saja Vio memikirkan tentang Azzura. Wanita yang menjadi istri pertama Brian. Dia merasa sangat bersalah jika bermesraan dengan Brian selagi ada Azzura di rumah. "Dia sudah tidur." "Tapi--" Belum sempat Vio mengucapkan apa yang ada di hatinya, Brian sudah membungkam bibir gadis itu dengan bibirnya. Rasa rindu yang telah bersarang berhari-hari, tidak mampu dia bendung lagi. Vio pun hanya bisa pasrah. Di samping karena Brian adalah suaminya dan juga dia tidak bisa menolak pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN