Pembicaraan panjang lebar sambil makan siang itu cukup hangat. Yangpa menceritakan persoalan Jani dan pak Samiaji. Dari A sampai Z, tidak ada yang tertinggal hingga kejadian kemarin sore. Pak Parlin sebagai orang yang banyak berkecimpung di dunia yang sama dengan pak Samiaji bahkan lebih senior tentu saja cepat menangkap, dia sudah tahu apa yang harus dilakukannya. Menjatuhkan lawan politik itu memang keahliannya, yang lebih memudahkan adalah pak Samiaji berbeda partai dengannya, jadi tidak ada kawan yang akan di korbankan, walaupun halal buatnya melakukan itu ... mana ada teman buat dia, yang ada hanya kepentingan. Sekarang apa pentingnya pak Samiaji buat Pak Parlin? Tentu saja tidak ada ... pekerjaan mudah kan? "Jadi Pak Dokter maunya saya bergerak kapan?" tanya Pak Parlin kepada yangp

