“Kamu tidak perlu merespons apa pun, biarkan saja aku yang bicara. Setidaknya aku bisa meluapkan semua kebenaran yang aku alami selama dua tahun setelah berpisah darimu.” Pria tampan itu menatap wajah mantan istrinya dengan tatapan sendu, terlihat sangat memelas. Ryan berusaha keras agar Zaya mau mendengarkan kata-katanya. Zaya tak sudi mendengarkan celotehan mantan suaminya lagi. Bukan apa-apa, ia takut sisi ibanya mendominasi nanti. Ia tak mau rencana indah yang telah ia susun bersama Arman terganggu karena kehadiran masa lalunya itu. “Sayang sekali aku tidak punya banyak waktu untuk mendengarkan ceritamu, apalagi soal masa lalu.” Wanita cantik berambut panjang itu segera melangkahkan kakinya, berniat ingin berkeliling lokasi. Itu lebih baik daripada ia harus mendengarkan cerita masa

