Semenjak insiden Marvin memeluknya kemarin, Valeria semakin uring-uringan. Uring-uringan karena perasaannya semakin tidak menentu saja, membuatnya gemas sendiri antara ingin mencongkel hatinya dan menggantinya dengan hati yang terbuat dari batu saja, atau menenggelamkan seluruh isi otak dan hatinya kedalam air deterjen hingga sanggup membersihkan kedua bagian tubuhnya tersebut dari noda-noda membandel yang bernama Marvin. Ucapan Marvin pun masih tergiang dengan jelas di kedua telinganya, seolah meledek dan mengolok-oloknya hingga dia tidak bisa tidur. Setelah Marvin mengucapkan kalimat yang sebenarnya sanggup membuat Valeria luluh, gadis itu langsung mendorong tubuh Marvin dan berlari sekuat tenaga tanpa memperdulikan seruan Marvin yang memanggil namanya. Dia tidak berlari kedalam kampus,

