NABILA Rasanya disekap dan disiksa itu benar-benar tidak enak. Aku berharap ini semua hanyalah mimpi buruk yang akan segera berakhir begitu aku membuka kedua mataku. Nyatanya, sebanyak apapun aku mengerjap dan membelalakkan mata, aku tetap berada di ruangan gelap dan pengap ini. Belum lagi rasa nyeri dan perih yang mendera sekujur tubuhku masih terasa sampai detik ini. Darah mengucur dari pelipis, sudut bibir, hidung juga lengan dan perutku. Mau tahu apa yang dilakukan oleh si penyihir berhati Iblis beserta anak buahnya itu? Mereka mencambukku dan menamparku berkali-kali. Bahkan aku juga sempat ditendang oleh mereka. Kejam sekali, bukan? Aah... entah dosa apa yang sudah kulakukan hingga aku bisa diculik oleh mereka. Aku bahkan baru me

