“Aku berhutang makan malam denganmu, Indira, kapan-kapan aku akan mentraktirmu tapi jika gaji pertamaku sudah turun ya,” kata Tama dengan tangannya yang sudah memegang beberapa perkakas yang diberikan Indira. Setelah selesai makan malam bersama, Tama memutuskan untuk segera kembali ke apartemennya. Lelaki itu merasa senang karena hari ini bisa mendapatkan makan gratis dari Indira di tengah kesibukan yang baru saja pindah apartemen. Jika tidak bertemu dengan Indira mungkin saja dirinya akan melewatkan makan malam. “Santai saja lagi pula aku juga senang ditemani makan malam setidaknya tidak ada makanan yang tersisa untuk esok karena itu tidak baik bukan,” balas Indira sambil tersenyum dan menepuk bahu Tama. “Ya sudah kalau begitu, aku pamit sekarang ya karena masih banyak yang harus kuker

